Warga berantusias mengikuti proses pemotongan hewan kurban di beberapa lokasi rt rw masing2.
Ini salah satu bukti Bahwa perekonomian di wilayah Kecamatan Gebang tetap berjalan dan tetap kondusif seperti yang kita rasakan saat ini ,hal ini menepis pemberitaan tentang sulitnya ekonomi yang sedang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah walaupun kondisi ekonomi di wilayah kita sedang tidak baik-baik saja, itu menurut isu yang sedang berkembang saat ini tetapi padahal kenyataannya warga masyarakat masih bisa Melaksanakan kurban bahkan pertama yang melaksanakan adalah kebanyakan warga-warga biasa .
Ada yang orang per orang ada juga yang berkelompok. Ini membuktikan bahwa perputaran ekonomi yang ada di wilayah ini tetap berjalan dengan baik ,sekaligus menepis anggapan beberapa ekonom Nasional , yang mengatakan bahwa,indonesia sedang dilanda krisis ekonomi.
Pada kenyataannya di beberapa tempat di wilayah lain terlihat antusias mengikuti kegiatan tahunan sebagai kewajiban warga muslim yang ada di wilayah ini.
Walaupun tidak mewakili keadaan perekonomian di seluruh wilayah Indonesia, tapi paling tidak mereka yang dikatakan oleh para ekonom, yang terdampak paling sulit adalah di daerah atau di pedesaan, ternyata pada kenyataannya kali ini warga masyarakat sendiri yang membuktikan bahwa keadaan ekonomi mereka sebenarnya tidak terpengaruh secara signifikan oleh perkembangan dollar yang naik terus dan akhirnya ekonomi Indonesia katanya lemah dan bisa menghancurkan keadaan ekonomi di Indonesia Hal ini jadi terbantahkan bahwa apa yang terjadi di wilayah pedesaan atau peredaran
Perekonomian yang ada di wilayah pedesaan sebenarnya tidak terlalu terdampak dengan adanya dolar yang naik dan melemahkan rupiah walaupun alasan ini tidak mewakili kegiatan perekonomian secara keseluruhan tetapi ini adalah salah satu alasan yang untuk menepis anggapan-anggapan mereka yang telah mengatakan bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja menurut para ekonomi yang sering berbicara di media sosial ataupun di dalam pemberitaan pemberitaan yang ada di Indonesia.
Tidak dapat dipungkiri memang nilai dolar sangat tinggi terhadap rupiah dan apa yang diucapkan oleh Pak Prabowo sebagai presiden pada saat menyampaikan pidatonya di depan DPR pada saat acara kebangkitan nasional benar adanya.
Masyarakat di pedesaan atau masyarakat biasa, tidak merasakan dampak secara langsung dengan adanya Pelemahan Rupiah terhadap dolar.
Tidak dipungkiri juga mungkin ada beberapa orang yang terdampak dalam Pelemahan Rupiah terhadap dolar ini ,mungkin bagi mereka para pelaku yang menggunakan uangnya untuk penanaman saham atau jual beli saham di di internet.
Kelompok inilah yang pasti merasakan dampaknya tentu pelaku ekonomi seperti ini tidak bisa disamaratakan dengan warga masyarakat biasa, yang berada di pedesaan mereka memang benar-benar terdampak dengan adanya kelemahan rupiah terhadap dolar.
Tapi bagi warga masyarakat biasa yang tinggal di pedesaan tentu hal ini akan terbantahkan dengan fakta-fakta ekonomi yang berjalan dengan baik di sekitaran Wilayah Desa mereka masing-masing.
Hal ini tentu akan beda jauh beda dengan keberadaan perekonomian diwilayah kota yang pasti sangat merasakan dampaknya, tapi dengan perbandingan yang ada ,Seberapa luas wilayah perkotaan dan berapa luas wilayah perekonomian yang ada di kota dengan wilayah desa?Perekonomian yang ada di desa Jauh tidak imbang .
Tapi tetap saja para pelaku ekonomi masyarakat biasa ,apa lagi petani? tidak terdampak secara keseluruhan. Mungkin ada yang terdampak tapi itu hanya per individu tertentu saja. dengan adanya kelemahan rupiah dari dolar?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar